Bangga Rasanya, Ide Eksperimen Pelajar Batam ini Dipraktikkan di Luar Angkasa

Bangga Rasanya, Ide Eksperimen Pelajar Batam ini Dipraktikkan di Luar Angkasa

174
gnfi.org

Teguhjuwarno.com – Astronot dari Lembaga Eksplorasi Keantariksaan Jepang (JAXA) Takuya Onishi memainkan tiga benda berbentuk bola dalam air yang terbungkus plastik dengan rits. Onishi memegang plastik tersebut dalam posisi diam kemudian plastik digerak-gerakkan, ternyata ketiga benda di dalamnya itu turut bergerak. Bila dimainkan di bumi mungkin hal tersebut lumrah, namun Onishi melakukan di tempat yang istimewa yakni di Stasiun Luar Agkasa Internasional (ISS), sekitar 400 kilometer di atas Bumi.

Eksperimen sederhana yang dilakukan Onishi tersebut ternyata berdasarkan proposal pelajar asal Indonesia yang berjudul “Blocks in Jar”. Ingrid Dewi Rucita Saragih, siswi SMAN 1 Batam, Kepulauan Riau mengikutkan proposal eksperimennya tersebut untuk program Asian Try Zero-G. Ia mengaku tak menyangka proposalnya bisa diterima dan akhirnya dipraktikkan betul di luar Bumi.

“Saya bertanya-tanya, kok, proposal sesederhana dan sesingkat itu diterima,” ucap Ingrid seperti ditulis di Harian Kompas. Proposal eksperimennya berasal dari rasa ingin tahu Ingrid apakah benda yang mengapung di bumi akan tetap mengapung di luar angkasa, begitu pula dengan benda yang tenggelam.

Ingrid harus menyertakan hukum fisika dalam proposal. Ia menjelaskan, benda dan air punya massa jenis yang dipengaruhi seberapa besar gaya gravitasi. Benda akan mengapung jika massa jenisnya lebih kecil dibanding massa jenis air, melayang jika sama, dan tenggelam jika lebih besar massa jenisnya.

Benda semestinya cenderung melayang dalam air jika berada di luar angkasa karena massa jenis benda dan air jadi hampir sama dalam kondisi mikrogravitasi. Itulah yang Ingrid ingin dibuktikan di ISS. Ingrid usul sang astronot menggunakan tiga kotak yang terdiri dari kayu (di bumi mengapung), plastik polietilena, dan aluminium (tenggelam). Ketiganya dimasukkan dalam stoples berisi air.

Namun, dalam praktiknya, astronot Onishi menggunakan bola sebagai pengganti kotak dan plastic sebagai pengganti stoples karena barang-barang tersebutlah yang ada di ISS. Dalam posisi diam, hipotesis Ingrid terbukti, ketiga benda tersebut sama-sama melayang.

Ide eksperimen Ingrid menjadi satu dari lima proposal yang terpilih untuk dipraktikkan langsung di ISS. Ada lebih dari 120 ide yang dikirimkan pelajar dan peneliti muda Negara-negara di Asia melalui program Asian Try Zero-G yang diinisiasi oleh Space Environment Utilization Working Group pada Asia Pasific Regional Space Agency Forum.

Asian Try Zero-G berjalan setiap tahun sejak 2011. Ada dua kategori, yaitu untuk pelajar berusia di bawah 18 tahun serta mahasiswa, peneliti, dan perekayasa muda berusia maksimal 27 tahun. Proposal Ingrid yang pertama lolos dari Indonesia.

dikutip dari : Good News From Indonesia

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY