Beranda Berita DPR Meradang Pemerintah Mau Jual Anak Usaha BUMN

DPR Meradang Pemerintah Mau Jual Anak Usaha BUMN

1090
BAGIKAN
Teguh Juwarno (arah.com)

Teguhjuwarno.com, JAKARTA Komisi VI DPR meradang saat mengetahui adanya rencana pemerintah menjual atau memprivatisasi anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menyusul penilaian ketua Kamar Dagang & Industri (Kadin) Rosan P Roeslani terkait keserakahan anak cicit BUMN yang menafikan Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM).

Jika ada anak perusahaan BUMN yang mau dijual atau merger harus mengikuti aturan yang berlaku, dan perlu diatur oleh Peraturan Pemerintah, ujar Teguh Juwarno, ketua Komisi VI asal Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) kepada wartawan parlemen di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Untuk itulah komisinya segera menggelar rapat kerja dengan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, terkait isu tersebut dan pembentukan holding BUMN. Betul kata Presiden Jokowi ada 800 anak usaha dari 118 BUMN yang di luar core bussinessnya seperti catering untuk kalangan BUMN, ujarnya.

Sebelumnya, ketua Kadin Rosan P Roeslani menilai anak usaha BUMN menghilangkan kesempatan berkembang UMKM atau swasta. Menyusul dijualnya 15 BUMN semasa pendahulu Presiden Jokowi di antaranya Megawati Soekarnoputri seperti Telkom, yang pernah dikecam Wakil Menteri BUMN Said Didu.

Kementerian BUMN mencatat ada 10 BUMN pencetak rugi terbesar mulai tahun 2006 yaitu PLN senilai Rp 1.032,4 miliar, Garuda Indonesia sebanyak Rp 248 miliar, Merpati Nusantara Rp 215 miliar, Pelayaran Nasional Rp 122,85 miliar, Krakatau Steel Rp 97,50 miliar, Pengerukan Indonesia Rp 32,24 miliar, Brantas Abipraya Rp 22,48 miliar, PTPN I. Rp 21,06 miliar, dan Industri Gelas Rp 21,03 miliar, dan Pindad Rp 14,21 miliar.

dikutip dari :PosKotanews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

ten + eleven =