Beranda Berita Gudang Bulog Sudah Penuh, Beras Impor Mau Taruh Dimana?

Gudang Bulog Sudah Penuh, Beras Impor Mau Taruh Dimana?

133
BAGIKAN
Teguh Juwarno, Ketua Komisi VI DPR RI

Teguhjuwarno.com – Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, Teguh Juwarno, menyesali adanya perbedaan data di internal kabinet di bawah kordinasi Kemenko Perekonomian. “Saya mempersoalkan bagaimana hasil rakor perekonomian? Bukankah rekomendasi ada atau tidaknya impor dari rakor tersebut melibatkan kementerian terkait, ada Kementan, ada Kemenperin, dan Kemendag.  Seharusnya pemerintah satu bahasa antarkementrian, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masayarakat,” ucapnya

Dirinya mengimbau kepada Kementerian Perdagangan, selaku mitra kerja dari komisinya agar memperhatikan aspek kepentingan nasional dalam pengambilan keputusan impor pangan. “Intinya dalam mengimpor pangan harus memperhatikan aspek kepentingan nasional. Yakni aspek dari nasib petani dan aspek konsumen,” ucap Teguh.

Untuk impor beras misalnya,  politisi PAN ini menekankan agar tidak mengimpor saat  sedang masa panen. “Kasarnya Kemendag tidak boleh dipermainkan oleh spekulan atas kelangkaan beras di pasaran. Karena dalam kebijakan impor beras juga harus dilihat dari keberadaan barang dari hulunya. Sehingga tidak mematikan harga petani,” tandasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Michael Wattimena juga kaget mendengar kabar Kemendag kembali mengeluarkan izin impor beras yang totalnya telah mencapai 2 juta ton. Terlebih, kata dia, Kepala Bulog Budi Waseso telah memastikan bahwa gudang Bulog penuh. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga di beberapa kesempatan menyatakan stok beras masih cukup alias aman.“Sebelum reses kemarin juga kita lihat gudang-gudang Bulog semuanya penuh. Begitu juga waktu saya kunjungan kerja ke Makassar baru-baru ini, gudangnya juga penuh,” kata politisi Demokrat ini.

Kapasitas gudang Bulog sendiri mencapai sekitar 2,6 juta ton. Sementara, stok Bulog per 10 Agustus 2018 sebesar 2,1 juta ton beras. Kemudian, hingga September 2018 Bulog akan serap gabah beras petani sebesar 500 ribu ton beras. Atas dasar itu, Politisi Partai Demokrat ini menilai kebijakan impor beras ini sangat tidak masuk akal. “Jadi, tidak ada alasan buat impor beras. Orang gudang Bulog-nya penuh, terus mau taruh di mana,” tandasnya

sumber : indopos.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 4 =