Beranda Berita Ketua Komisi VI DPR: Pemerintah Tak Punya Data Valid terkait Garam, Harus...

Ketua Komisi VI DPR: Pemerintah Tak Punya Data Valid terkait Garam, Harus Diperbaiki

27
BAGIKAN
Teguh Juwarno (tribunnews.com)

Teguhjuwarno.com – PT Garam (Persero) ditugasi pemerintah mengimporgaramuntuk kebutuhan konsumsi dari Australia sebanyak 75.000 ton beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi VI DPR RI,Teguh Juwarno, menyatakan banyak yang harus diperbaiki pemerintah terkait pengelolaangaramagar menguntungkan semua pihak, termasuk para petanigaram.

Satu hal yang harus diperbaiki pemerintah yakni data validgaramyang meliputi kebutuhan dalam negeri, produksi petani dalam negeri, dan kebutuhan impor.

“Selama ini, kementerian terkait tidak mempunyai data valid terkait neraca kebutuhan pokokgaram. Dari data itu, bisa dilihat kebutuhan nasional, produksi dalam negeri, dan kebutuhan impor,” kata Teguh saat di Slawi,Kabupaten Tegal, Minggu (13/8/2017).

Menurutnya, dari data itu, pemerintah bisa melihat dan menentukan secara pasti, berapa kebutuhangaramyang tepat saat impor, dan sebagainya.

Tidak validnya data ‘supply’ dan ‘demand’ itu, kata dia, bisa dimanfaatkan atau dipermainkan mafiagaram. Sehingga, petanigaramlah yang ujung- ujungnya dirugikan.

“Petani juga bisa dirugikan dengan tidak validnya data itu. Dengan impor yang banyak, bisa melibasgaramdari petani tradisional sehingga dihargai sangat murah dan merugikan mereka,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan, kementerian terkait bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta dinas di daerah untuk menyajikan data akurat soalgaram.

Ia juga menyoroti pengelolaangaramyang masih dilakukan secara tradisional di Indonesia.

“Negara eksportirgaramterbesar itu justru tidak punya garis pantai. Sehingga, tidak menjamin Indonesia yang punya garis pantai panjang tidak imporgaram,” ucap politis PAN itu.

Produksigaram, kata dia, tidak harus dilakukan dengan cara tradisional yakni di pantai. Tapi juga bisa menggunakan teknologi atau mesin dengan cara lebih modern (dikutip dari jateng.tribunnews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen + nine =