Rusunawa Tegal Belum Layak Ditempati

@teguhjo | 27 November 2013 | Tegal
Rusunawa Tegal Belum Layak Ditempati

Tegal - Rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang dibangun di Kota Tegal dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp 25 miliar dinilai belum layak ditempati. Sebab, hingga kini belum dilengkapi listrik dan air bersih untuk memenuhi kebutuhan para penghuni.

Hal itu terungkap dalam tinjauan yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Tegal, Selasa (26/11). Menurut Anggota Komisi III DPRD, Abdullah Sungkar SE MT, apabila sarana dan prasarana tidak dilengkapi, maka akan menyulitkan masyarakat yang menempati rusunawa. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Pemkot untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Apabila sarana dan prasarana memadai serta sudah ada pelimpahan rusunawa dari pemerintah pusat ke Pemkot Tegal, maka bisa segera difungsikan," katanya.

Terkait masalah tersebut, Kepala Dinas Permukinan dan Tata Ruang (Diskimtaru), Ir Nur Effendi MSi mengatakan, rusunawa yang dibangun di Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat terdiri atas dua twin block dengan jumlah 196 kamar.

Sesuai rencana rusunawa mulai difungsikan Januari 2014. Oleh karena itu, Pemkot Tegal kini masih melakukan penambahan fasilitas rusunawa, seperti air, listrik, pagar dan paving.

"Anggaran pembangunan berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp 700 juta untuk pavingisasi, Pemprov Jateng Rp 600 juta untuk pembangunan pagar dan APBD Kota Tegal Rp 900 juta untuk fasilitas air dan listrik," katanya.

Nur Effendi menegaskan, untuk tarif sewa disesuaikan dengan tingkatan lantai. Yaitu, lantai 5  sebesar Rp 90.000/bulan, lantai 4 sebesar Rp 100.000/bulan, lantai 3 sebesar Rp 10.000/bulan, dan lantai 2 sebesar Rp 120.000/bulan. Sedangkan untuk lantai dasar, digunakan sebagai tempat usaha, khususnya untuk penghuni rusunawa dengan sewa per meter untuk lapak sebesar Rp 28.000/bulan.

Terkait, belum adanya pasokan air dari PDAM Kota Tegal, lanjut dia, rusunawa sudah memiliki sumur artesis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Bahkan Diskimtaru Kota Tegal pada ubahan APBD tahun 2013 akan membeli alat penyaring air (water treatment) sebanyak 2 unit dengan harga masing-masing sebesar Rp 37 juta, sehingga kualitasnya seperti air PDAM.

"Saat ini Pemkot masih melakukan penyaringan pendaftar calon penghuni rusunawa. Diharapkan Desember 2013 sudah ditetapkan masyarakat yang berhak menempatinya," ujarnya.

SHARE
Facebook Twitter Youtube

HOT TOPIC

Kehebohan Saat Menanti Keputusan Bebas Sang Ratu Mariyuana
Detik.com
Sangat disesalkan Indonesia membebaskan Corby.
Download Launcher
DOWNLOAD ARSIP Anda harus terdaftar sebagai member untuk mengakses arsip.
Teguh Juwarno

Berkomitmen Teguh Tidak Buat Malu Yang Memilih