Beranda Dari Dapil Muhammadiyah Menjawab Tantangan Zaman

Muhammadiyah Menjawab Tantangan Zaman

798
BAGIKAN
Teguh Juwarno, Anggota DPR RI Fraksi PAN silaturahim dikediamannya Bapak Yahya Muhaimin, mantan Ketua PP Muhammadiyah

Oleh Ir. Teguh Juwarno, M. Si

Anggota DPR RI Fraksi PAN, Dapil Jateng IX

Bagi siapapun yang mau belajar tentang definisi membangun bangsa secara konkret, Muhammadiyah bisa jadi tempat belajar yang baik. Ketika sebuah paham, gerakan, tidak berhenti hanya menjadi dogma, jargon, apalagi teori saja di media sosial, melainkan nyata di lapangan Tere Liye, penulis novel best seller Hafalan Sholat Delisa

Negara kita saat ini memiliki banyak sekali persoalan kebangsaan, jika tidak segera dicarikan jalan keluar yang tepat dapat mengancam persatuan dan keutuhan bangsa. Persoalan keberagaman dari Aceh hingga Papua terus menghiasai halaman utama media kita, perkelahian antar kelompok atas nama suku dan agama sudah menjadi tontonan yang biasa. Belum lagi persoalan narkoba, Indonesia menjadi sasaran empuk pasar peredaran narkoba, anak bangsa menjadi korbannya. Penggunaan sosial media yang tidak bijak, hingga terbongkarnya bisnis online esek-esek menjadikan kemajuan teknologi justru menjadi masalah tersendiri di negeri ini.

Masalah yang fundamental lainnya adalah persoalan pembangunan ekonomi Indonesia dan tantangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Saat ini, pembangunan ekonomi lebih menekankan pada aspek pertumbuhan, investasi asing dan utang luar negeri. Akibatnya penguasa kunci-kunci ekonomi hanya lah segelintir pihak saja, kesenjangan semakin melebar dan kehidupan sosial-ekonomi nasional berjalan liberal seperti tanpa aturan, perkelahian antar karyawan moda transportasi online dan offline tentu termasuk salahsatu puncak gunung es dari masalah ekonomi kita.

Persoalan mendasar lain yang juga diyakini sebagai salah satu muara sengkarut masalah bangsa adalah kepemimpinan. Kepemimpinan di semua level kehidupan. Harapan untuk lebih banyak pemimpin yang ‘negarawan’ nampaknya masih jauh dari kenyataan. Kepentingan pribadi dan keluarga serta kelompok masih lebih menonjol dibanding pengorbanan untuk kepentingan masyarakat luas. Kepentingan jangka pendek terasa lebih kental daripada memikirkan manfaat jangka panjang untuk generasi mendatang.

Solusi dari Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan dengan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Salahsatu ciri gerakan Muhammadiyah adalah tajdid yaitu gerakan pemurnian ajaran islam dan gerakan reformasi dakwah Islam. Maka, sejak berdirinya Muhammadiyah sudah dianggap aneh karena pendekatan dakwahnya yang unik, kreatif dan efektif.

Muhammadiyah saat ini adalah salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia yang memiliki banyak asetbiasa disebut dengan amal usaha, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Amal usaha yang didirikan Muhammadiyah merupakan bukti aksi nyata dari peran Muhammadiyah bagi pembangunan bangsa. Bahkan, kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan telah berlangsung sejak sebelum kemerdekaan hingga saat ini.

Saat Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Kota Makassar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengangkat tema Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan. Tema ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi seluruh persoalan bangsa kita dewasa ini.

Dalam dokumen resmi Muktamar Muhammadiyah ke -47 (Indonesia Berkemajuan : 2015), Indonesia berkemajuan memerlukan basis nilai dan lingkungan strategis yang mendukung terwujudnya proses kehidupan berbangsa yang maju, adil, makmur, bermartabat dan berdaulat sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Basis nilai dan lingkungan stratgeis ini mengacu pada beberapa nilai yaitu pertama, agama sebagai sumber nilai kemajuan. Bagi Muhammadiyah, agama bukan hanya ritual ibadah dan doktrin moral semata, tapi nilai-nilainya harus dipraktekkan dalam kehidupan nyata. Islam yang dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia merupakan agama yang mengandung ajaran-ajaran tentang kemajuan yang berwatak progresif dan sesuai dengan alam pikiran masyarakat modern.

Kedua, pendidikan yang mencerahkan. Bagi Muhammadiyah, pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas tapi juga mampu membentuk watak perilaku utama, seperti bersifat keteladanan, keadilan, kejujuran, kebenaran, keberanian, kemerdekaan, kedisiplinan, dan tanggungjawab. Ketiga, kepemimpinan Profetik. Pemimpin itu harus memiliki misi kenabian yakni menjunjung tinggi kebenaran (sidiq), berperilaku jujur (amanah), berani menyampaikan kebenaran dan kejujuran (tabligh) serta cerdas dalam mengelola aset negara (fathanah).

Keempat, institusi yang progresif. Bagi Muhammadiyah mewujudkan Indonesia berkemajuan mensyaratkan adanya institusi atau pranata politik yang dapat berfungsi sebagai pendorong dari kemajuan itu sendiri. Dalam hal ini, sistem demokrasi harus mampu memastikan berjalannya lembaga hukum dan peradilan dengan baik dan independen, berfungsinya pemerintahan dan birokrasi secara efektif dan efisien dan terbukanya ruang bagi partisipasi publik dalam proses kebijakan dan pengawasan.

Kelima, keadaban publik. Bagi Muhammadiyah keadaban publik adalah pelengkap 4 nilai berkemajuan di atas. Keadaban publik yang berasal dari ajaran agama dan kebudayaan masyarakat harus dapat mempersempit kecenderungan eksklusifitas, intoleransi, ketertutupan, sikap merasa benar sendiri, reaktif dalam merespon persoalan dan mengedepankan kekerasan dalam memecahkan masalah. Keadaban publik yang dibangun di atas prinsip nilai dan etika yang utama merupakan lingkungan strategis yang penting untuk dibudayakan menuju terwujudnya Indonesia Berkemajuan.

Jika kelima nilai strategis usulan Muhammadiyah ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, cita-cita bangsa Indonesia untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa akan segera terwujud.

Selamat bermusyawarah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Brebes, semoga dapat mencerahkan dan memajukan pembangunan di Kabupaten Brebes.

Artikel ini dimuat di Koran Radar Tegal edisi 26 Maret 2016

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + ten =