Beranda Berita Sakit, Teguh Juwarno Absen Saat Pembahasan E-KTP Pada Mei 2010

Sakit, Teguh Juwarno Absen Saat Pembahasan E-KTP Pada Mei 2010

623
BAGIKAN
Teguh Juwarno, Ketua Komisi VI DPR RI (istimewa)

Teguhjuwarno.com – Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR Teguh Juwarno membantah telah menerima aliran uang dari proyek pengadaan KTP Elektronik sebesar US$167 ribu atau setara Rp 2,2 miliar. Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku siap dikonfrontir dengan pihak mana pun yang pernah menyebut namanya menerima uang tersebut.

“Saya tidak pernah menerima (uang proyek KTP Elektronik). Apalagi menerima uang tersebut melalui orang lain (Miryam Haryani) sekitar Agustus 2012,” ujar Teguh usai diperiksa sebagai saksi dalam sidang ketiga mega korupsi pengadaan KTP Elektronik di Pengadilan Tipikor pada Kamis, 23 Maret.

Dia menyebut sejak tahun 2012 justru dia sudah tidak lagi menjadi anggota atau Wakil Ketua Komisi II DPR.

Oleh sebab itu dia mengaku tidak mengerti mengapa namanya bisa masuk dalam lembar dakwaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu orang yang menerima aliran uang suap tersebut. Dia menduga mungkin ada yang mengklaim namanya lantaran dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II.

“Tetapi saya tidak tahu siapa yang mengklaim nama saya tersebut,” kata pria yang sempat menjadi berprofesi sebagai jurnalis itu.

Dia juga membantah pernah melakukan pertemuan informal dengan Setya Novanto di Gedung DPR pada bulan Mei 2010. Teguh mengaku pada tanggal 3 Mei sakit usai bermain futsal.

“Akibat bermain futsal tendon achiles saya putus, sehingga saya tidak mampu berjalan. Saya pernah mencoba pengobatan alternatif tetapi justru kondisinya memburuk,” kata dia.

Akhirnya, Teguh memutuskan untuk dirawat di sebuah rumah sakit dan harus menjalani operasi besar. Praktis pasca operasi, dia mengaku tidak bisa leluasa beraktivitas.

“Kalau pun saya ingin ke mana-mana maka saya harus menggunakan kursi roda,” tuturnya lagi.

Sebagai bukti, Teguh juga ikut menyerahkan beberapa dokumen seperti notulensi rapat dan surat keterangan sakit dari dokter yang menjelaskan absennya dia dari pertemuan tersebut.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, Teguh Juwarno diduga hadir dalam rapat pembahasan e-ktp pada tanggal 5 Mei 2010 dengan Kementerian Dalam Negeri. Pada tanggal tersebut Teguh Juwarno sedang terbaring sakit di rumahnya karena cidera lutut otot tendon utama (achiles) pada kaki kiri akibat main futsal di DPR pada tanggal 3 Mei 2010. Sempat dilakukan pengobatan alternatif namun malah bertambah buruk, maka di bawa ke RS Siaga Pejaten dan dokter mengatakan harus dilakukan tindakan operasi besar.

Fakta ini mementahkan tuduhan bahwa Teguh Juwarno ikut pada rapat “khusus” pada bulan Mei 2010 di ruang kerja komisi II DPR RI seperti yang terdapat pada surat dakwaan halaman 6. Surat keterangan dari rumah sakit (rekam medis) telah Teguh serahkan ke JPU bersama dengan dokumen lain seperti notulensi rapat-rapat komisi II, surat ijin sakit, Surat Keputusan fraksi dan kliping berita

dikutip dari : http://www.rappler.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + ten =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.